NGOPI BIASA, ATAU NGOPI SAMBIL MEMBANGUN PELUANG?

Setiap hari kita minum kopi.
Bagaimana kalau kebiasaan ngopi yang selama ini hanya mengeluarkan uang, bisa sekaligus menjadi awal membangun penghasilan tambahan?
Kenalkan, Bisnis Kopi SH Juwara Cafe dari PT Shuang Hor Indonesia.
Bukan sekadar kopi instan biasa.
Kopi SH Juwara Café dibuat dari biji kopi Arabica pilihan Brazil, dipadukan dengan Yung Kien Ganoderma, serta krimer berbahan dasar minyak kelapa yang bebas lemak trans. Produk ini ada dua varian: 3-in-1 dan 4-in-1.

Hasilnya?
☕ Kopi yang praktis diminum setiap hari
🌿 Dipadukan dengan Ganoderma, membantu memulihkan kesehatan
💰 Harganya dibuat tetap terjangkau
🔁 Berpotensi menjadi produk dengan pembelian berulang
Dan yang menarik…
KOPINYA BISA DINIKMATI, PELUANG BISNISNYA BISA DIJALANKAN.
MENGAPA BISNIS KOPI JUWARA CAFE?
Karena kopi bukan produk yang hanya dibeli sekali.
Orang minum kopi berulang kali.
Inilah yang membuat produk kopi menjadi menarik untuk dikembangkan sebagai bisnis.

LALU, BAGAIMANA CARA MEMBANGUN BISNISNYA?
Ini bagian yang menarik.
Ada konsep yang disebut PROGRAM 111.
Sebenarnya sederhana banget.
INILAH POLA KERJA 111
1️⃣ Minum 1 Box Kopi Juwara / Bulan
1️⃣ Ceritakan & Ajak 1 Orang / Bulan Ngopi 1 Box
1️⃣ Duplikasi & Konsisten 1 tahun
Ketika semakin banyak orang menjalankan pola yang sama, terbentuklah sebuah komunitas (prosumer) ngopi yang terus berkembang melalui proses duplikasi.
POTENSI PENGHASILAN HINGGA ±Rp 48 JUTA/BULAN
Ingat!
Ini bukan bisnis rekrut tapi membangun KOMUNITAS NGOPI (PROSUMER).
Penghasilan bukan dari rekrut tapi dari omset
KENAPA MENARIK UNTUK PEMULA?
Karena konsepnya tidak mengharuskan kamu jago jualan, punya toko atau membuka kafe.
Bisnis Kopi Juwara Cafe, terdapat beberapa kemudahan seperti:
✅ Pendaftaran gratis
✅ Tidak wajib belanja saat bergabung
✅ Tidak wajib tutup poin tiap bulan
✅ Tidak harus menyimpan banyak stok
✅ Tidak harus melakukan pengiriman sendiri
✅ Bisa dijalankan sambil tetap bekerja
✅ Bisa memanfaatkan HP dan media sosial
✅ Ada mentor dan komunitas
✅ Tersedia materi pembelajaran dan promosi

Jadi kalau kamu seorang karyawan, ibu rumah tangga, pengusaha, sales, pecinta kopi, atau bahkan orang yang baru pertama kali belajar bisnis, konsep ini bisa dipelajari secara bertahap.
TIDAK PERLU MENUNGGU “SIAP”!
Banyak orang ingin memulai bisnis, tapi selalu berpikir:
“Nanti saja kalau sudah punya modal besar.”
“Nanti kalau sudah punya toko.”
“Nanti kalau sudah punya banyak kenalan.”
“Nanti kalau sudah jago jualan.”
Padahal, sering kali kita justru belajar setelah mulai.
Mulai dari yang sederhana.
Kenalkan produk.
Belajar komunikasi.
Belajar membangun relasi.
Belajar menggunakan media sosial.
Belajar membantu satu orang.
Kemudian lakukan lagi.
Sedikit demi sedikit, kemampuan dan komunitas bisnis kopi bisa berkembang.

SEKARANG BAYANGKAN…
Kamu tetap bekerja.
Tetap menjalani aktivitas seperti biasa.
Tetap bertemu teman.
Tetap menggunakan WhatsApp dan media sosial.
Dan kamu memang suka ngopi.
Bedanya…
Sekarang kamu mulai punya cara untuk mengubah kebiasaan sederhana itu menjadi aktivitas yang lebih produktif.
Dari:
Minum kopi
menjadi:
☕ Minum → 💬 Cerita → 🤝 Ajak → 🔄 Duplikasi
Dilakukan bulan demi bulan.
Bukan hasil instan.
Bukan cara cepat kaya.
Tetapi sebuah proses yang dijalankan secara konsisten & barokah

NGOPI + CERITA = KOMUNITAS NGOPI BERCUAN
Mungkin kamu masih berpikir:
“Saya nggak bisa jualan.”
Nggak masalah, cukup NGOPI saja
CERITA-kan
“Saya nggak punya pengalaman bisnis.”
Nggak masalah.
Mulai dari nol.
“Saya masih kerja.”
Justru bisa dijalankan sebagai aktivitas sampingan.
“Saya cuma suka ngopi.”
Nah…
Mungkin justru dari kebiasaan sederhana itu kamu bisa mulai mengenal peluang baru.
“Saya tidak suka ngopi”
Tidak apa-apa
Orang lain ngopi, ceritakan
Berdasarkan survey, estimasi jumlah orang Indonesia yang minum kopi lebih dari 218 juta orang.
WOW PELUANG LUAR BIASA!

JADI, MAU COBA KENALAN DULU?
Tidak perlu langsung memutuskan.
Tidak perlu langsung merasa harus bisa.
Kenali produknya.
Pahami sistemnya.
Pelajari Program 111-nya.
Tanyakan cara kerjanya.
Setelah itu, baru kamu putuskan apakah peluang ini cocok untukmu.
Karena keputusan bisnis yang baik bukan karena ikut-ikutan.
Tapi karena kita sudah memahami apa yang kita jalankan.
NGOPI-NYA DAPAT.
RELASINYA BERTAMBAH.
PELUANGNYA BISA DIBANGUN.
Kalau kamu penasaran bagaimana cara menjalankan Program 111 dari awal, mulai dari mana, dan bagaimana proses duplikasinya…
👉 Chat WhatsApp sekarang 0812-3009-5658
Tulis:
“INFO PROGRAM 111”
dan saya bantu jelaskan dari awal dengan senang hati.

MASIH RAGU? MUNGKIN PERTANYAANMU ADA DISINI!
1. “Ini MLM, ya? Saya sebenarnya kurang suka MLM.”
Wajar kalau kamu punya kekhawatiran seperti itu.
Sebelum mengambil keputusan, jangan hanya melihat istilahnya. Pelajari produk, perusahaan, sistem pemasaran, kompensasi, serta cara bisnisnya dijalankan.
Di sini, produk menjadi bagian penting dari aktivitas bisnis. Kamu juga tidak perlu langsung memutuskan hanya karena ditawari.
Kenali dulu → pahami sistemnya → baru tentukan pilihan.
Penghasilan bukan dari rekrut tapi dari omset
2. “Saya takut sudah bergabung tapi produknya nggak laku.”
Kekhawatiran ini sangat wajar.
Karena itu, jangan mulai dengan pola pikir “bagaimana caranya menjual sebanyak-banyaknya?”
Mulailah dari pertanyaan:
“Apakah saya sendiri mau menggunakan dan mengenalkan produk ini?”
Kopi merupakan produk konsumsi yang dapat digunakan berulang. Kamu bisa mulai dari penggunaan pribadi, kemudian mengenalkannya kepada orang yang memang tertarik.
Tetap saja, tidak ada produk yang otomatis laku tanpa usaha.
Dibutuhkan komunikasi, konsistensi, pelayanan, dan kemampuan membangun kepercayaan.
3. “Saya nggak pandai jualan. Bisa nggak?”
Bisa belajar.
Kamu tidak harus langsung menjadi sales profesional.
Mulai dari hal sederhana:
☕ Kenali produknya
💬 Ceritakan pengalamanmu
🤝 Dengarkan kebutuhan orang
📱 Manfaatkan WhatsApp dan media sosial
📚 Belajar dari mentor dan komunitas
Tujuannya bukan memaksa orang membeli.
Tujuannya adalah menemukan orang yang memang membutuhkan atau tertarik.
4. “Saya nggak punya banyak teman. Bagaimana mau cari pelanggan?”
Kamu tidak harus punya ribuan kontak.
Justru yang lebih penting adalah membangun relasi secara bertahap.
Teman kerja.
Keluarga.
Tetangga.
Komunitas.
Teman sekolah atau kuliah.
Kenalan di media sosial.
Mulai dari orang-orang yang memang sudah ada di sekitarmu.
Bukan tentang berapa banyak orang yang kamu kenal, tetapi bagaimana kamu membangun hubungan dengan mereka.
5. “Saya takut harus stok banyak barang.”
Kamu tidak harus langsung memenuhi rumah dengan stok.
Pelajari terlebih dahulu sistem pemesanan dan distribusinya.
Tujuannya supaya kamu memahami bagaimana produk diperoleh, bagaimana pelanggan melakukan pembelian, dan bagaimana proses bisnis berjalan.
Jangan membeli produk secara berlebihan hanya karena mengejar target.
Bangun bisnis secara realistis sesuai kemampuan.
6. “Saya nggak punya toko. Apa harus buka toko dulu?”
Tidak harus.
Konsep bisnis ini dapat dijalankan tanpa harus memiliki toko atau kafe.
Sebagian aktivitas dapat dilakukan melalui:
📱 WhatsApp
📱 Media sosial
💬 Chat pribadi
🤝 Komunitas
☕ Pertemuan langsung
Yang penting bukan punya toko, sudah disediakan toko online.
Yang penting punya aktivitas dan konsistensi membangun bisnis.
7. “Saya masih kerja. Apa bisa menjalankan bisnis ini?”
Bisa dipertimbangkan sebagai aktivitas sampingan.
Kamu tidak harus meninggalkan pekerjaan utama untuk mulai belajar.
Kamu bisa mengatur waktu untuk:
- mengenalkan produk,
- berkomunikasi dengan calon pelanggan,
- melakukan follow-up,
- belajar,
- mengikuti komunitas,
- dan membangun relasi.
Namun tetap realistis:
Bisnis sampingan tetap membutuhkan waktu dan aktivitas.
Semakin serius ingin mengembangkannya, semakin serius pula waktu dan tenaga yang perlu diberikan.
8. “Katanya bisa sampai Rp 48 juta per bulan. Benarkah?”
Rp 48 juta bukan angka yang dijamin.
Angka tersebut merupakan potensi/simulasi berdasarkan asumsi tertentu dalam Program 111, apabila pola kerja dan proses duplikasi berjalan sesuai simulasi.
Hasil setiap orang bisa berbeda.
Tidak ada jaminan bahwa setiap orang akan mendapatkan Rp 48 juta per bulan.
Karena penghasilan dipengaruhi banyak hal, termasuk:
✔️ Aktivitas
✔️ Konsistensi
✔️ Kemampuan komunikasi
✔️ Kemampuan membangun relasi
✔️ Follow-up
✔️ Perkembangan jaringan
✔️ Kemampuan menjalankan sistem
Jadi…
Jangan bergabung karena mengejar angka Rp 48 juta.
Bergabunglah setelah kamu memahami bagaimana angka tersebut dihitung dan apa yang harus dilakukan untuk mencapainya.
9. “Kalau saya pemula, siapa yang akan mengajari?”
Kamu tidak harus belajar sendirian.
Tersedia mentor, komunitas, materi pembelajaran, dan materi pendukung yang dapat membantu kamu memahami produk dan cara menjalankan bisnis.
Tetapi ingat:
Mentor bisa membimbing. Sistem bisa membantu. Komunitas bisa mendukung.
Namun yang menjalankan tetap kamu.
Jadi kemauan belajar dan konsistensi tetap menjadi bagian penting.
10. “Kalau saya masih ragu, harus bagaimana?”
Jangan buru-buru.
Justru lebih baik bertanya sebanyak-banyaknya.
Pelajari produknya.
Cari tahu perusahaan di baliknya.
Pahami sistem bisnisnya.
Pelajari Program 111.
Tanyakan bagaimana perhitungan potensinya.
Pahami biaya dan ketentuannya.
Setelah semua jelas, kamu sendiri yang menentukan apakah ini cocok untukmu.
Tidak perlu ikut karena tekanan.
Tidak perlu ikut karena teman.
Tidak perlu ikut hanya karena melihat kesuksesan orang lain.
Ambil keputusan karena kamu sudah memahami apa yang kamu jalankan.
Minat Menjalankan Bisnis Kopi Juwara Cafe? Hubungi Chat WA 0812-3009-5658
